Tanya Jawab Seputar Zakat Profesi


Tanya:

Ustadz, sebagian ulama menyatakan ada zakat profesi sementara yang lain tidak. Bagaimana pandangan ustadz?

Jawab:

Memang tidak ada teks eksplisit yang mengatakan zakat profesi. para ulama, diantaranya Syaikh Muhammad Ghazali, Yusuf Al-Qardhawi, Abdul Wahab Khalaf dan ulama-ulama kontemporer memandang bahwa zakat profesi itu ada dan berbeda dengan zakat tabungan.

Para ulama mengqiyaskan dengan pertanian. sebab, seseorang menerima gaji dalam waktu yang rutin seperti pertanian. sedangkan dalam fikih, zakat profesi dikategorikan dalam harta al-mustafaad. uang yang diterima dalam bentuk cash yang sumbernya bisa bermacam2 selain perdagangan

Memang ada yang tidak setuju dengan zakat profesi, di antaranya para ulama dari saudi arabia. para ulama saudi mengakumulasikan gaji dalam setahun. Namun Syaikh Ustaimin membolehkan membayar gaji atau zakat mal setiap bulan.

 

Tanya:

Kalau dibayarkan setiap bulan, apakah memuhi kriteria haul, ustadz?

Jawab :

Harta yang diterima, selain dari pergagangan dan tabungan, para ulama berbeda pendapat harus haul ataukah tidak. Namun semua ulama sepakat membolehkan memajukan zakat sebelum tiba haul.  Haul bukan syarat sah, tapi syarat wajib.  Pada dasarnya, yang setuju dengan yang tidak setuju perbedaannya cukup tipis. hujjah kedua belah pihak cukup kuat. di sisi lain, maslahat raajihah(kemaslahatan yang pasti) bisa menjadi pertimbangan pemilihan salah satu pandangan.

 

Tanya:

Untuk menghitung besarnya jumlah uang yg dikeluarkan, apakah 2,5% dari pendapatan netto (pendapatan setelah dikurangi kebutuhan dan kewajiban) ataukah pendapatan bruto , ustadz?

Jawab:

 Sebagian ulama menyarankan dari bruto. hanya saja, ada ulama yang memberikan toleransi dikurangi kebutuhan primer (bukan pengeluaran) dan hutang jatuh tempo untuk kebutuhan pokok. Jadi yang mengurangi bukan rata-rata pengeluaran setiap bulan sebab pengeluaran seseorang berbeda-beda. Namun yang mengurangi adalah kebutuhan primer.

 

Dokumen yang Perlu Disiapkan untuk Kuliah ke Luar Negeri

Dear para pejuang..

Mungkin informasi ini bisa berguna bagi rekan semua..

Sebelum memulai mencari beasiswa dan mencari sekolah yg kita tuju, kita harus mempersiapkan administratif2 sebagai berikut:

1. Ijazah + translatenya (translate tdk perlu legalisir krn lsg dgn cap dr penerjemah tersumpahnya) + file softcopynya (scanned) + legalisir aslinya

2. Academic transcript + translate + file softcopy (scanned) + legalisir aslinya.

3. Passport + file softcopy. Punya passpor lebih dulu akan mmprmudah mndptkan surat penawaran kuliah

4. IELTS (usahakan sdh tes dulu dan dpt nilai min 6.5). Tes IELTS bisa di IDP dan IALF. Punya IELTS lbh menguntungkan drpda TOEFL (krn ada konversinya) . Berikut konversinya:
Ielts 5.0 = toefl 500
Ielts 5.5 = toefl 527
Ielts 6.0 = toefl 553
Ielts 6.5 = toefl 580
Ielts 7.0 = toefl 617

IELTS biayanya sekitar aus$200 atau 1.6 juta.. Kalau toefl lebih murah yg di Aminef.. Sekitar 300 rban.. Jadwal bisa search di idp dan ada sekitar 2 minggu sekali ieltsnya..

5. CV.. Beberapa mensyaratkan CV dan jika disertakan akan sangat membantu.. In english.. Format europass CV ckp representatif utk digunakan secara global

6. KTP + file softcopy. Usahakan juga pnya file Kartu Keluarga

7. Akta Kelahiran.. Diusahakan juga dtranslate ke English

8. Proof of Employment. Kalau sdh bekerja, meneyertakan dokumen ini akan sangat membantu. Bisa didapat di puket akademik atau personalia perusahaan.

9. Scanlah beberapa dokumen tmbahan penting seperti sertifikat prestasi atau sejenisnya yg berkualifikasi baik.. Lumayan utk menunjukkan sisi non akademis kita

TIPS:
Untuk bisa mendapatkan Letter of Acceptance ada 2 cara, online dan datang saat pameran..

Keduanya relatif gratis, akan tetapi better dtg ke pameran yg diselenggarakan oleh agen, sprti idp, aused, atau sejenisnya. Disitu kita bisa langsung tnya dgn repnya dan bisa kasih langsung aplikasi kita..

Karena kadang beasiswa meminta persyaratan sudah diterima di kampus yg dituju..

SEMANGAT BERJUANG DAN JANGAN LUPA KEMBALI KE INDONESIA
🙂

Salam

M. Setiawan Kusmulyono
Entrepreneurship Development Center
Prasetiya Mulya Business School
Jakarta – Indonesia

Dikutip langsung dari milis beasiswa (www.beasiswa.yahoogroups.com).

Prinsip Dasar Membangun Keluarga Sakinah

Prinsip-prinsip dasar Perkawinan untuk membangun keluarga sakinah adalah sebagai berikut:

Pertama, dalam memilih calon suami/isteri, faktor agama/akhlak calon harus menjadi pertimbangan pertama sebelum keturunan, rupa dan harta, sebagaimana diajarkan oleh Rasul. ‘Wanita (laki-laki) itu dinikahi karena empat pertimbangan, kekayaannya, nasabnya, kecantikannya (ketampanannya) dan agamanya. Pilihlah wanita yang beragama niscaya kalian beruntung. (H.R. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah). Pilihlah gen bibit keturunanmu, karena darah (kualitas manusia) itu menurun. (H.R. Ibnu Majah).

Kedua, Bahwa nikah atau hidup berumah tangga itu merupakan sunnah Rasul bagi yang sudah mampu. Dalam kehidupan berumah tangga terkandung banyak sekali keuta­maan yang bernilai ibadah, menyangkut aktualisasi diri sebagai suami/isteri, sebagai ayah/ibu. Bagi yang belum mampu disuruh bersabar dan berpuasa, tetapi jika dorongan nikah sudah tidak terkendali padahal ekonomi belum siap, sementara ia takut terjerumus pada perzinaan, maka agama menyuruh agar ia menikah saja, Insya Allah rizki akan datang kepada orang yang memiliki semangat menghindari dosa, entah dari mana datangnya (min haitsu la yahtasib).

Nabi bersabda, ‘Wahai pemuda, barang siapa diantara kalian sudah mampu untuk menikah nikahlah, karena nikah itu dapat mengendalikan mata (yang jalang) dan memelihara kesucian kehormatan (dari berzina), dan barang siapa yang belum siap, hendaknya ia berpuasa, karena puasa bisa menjadi obat (dari dorongan nafsu). (H.R. Bukhari Muslim) ‘Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak nikah di antara hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan yang perempuan. Jika mereka fakir, Allah akan memampukan mereka dengan karunia Nya. Allah Maha Luas (pemberiannya) lagi Maha Mengetahui. (QS. al Nur : 32)

Read more…

Tentang Bahagia

Suatu ketika istri John Maxwell, pembicara motivator top, Margaret, sedang menjadi pembicara di salah satu sesi seminar tentang “kebahagiaan” .

Maxwell sang suami duduk di bangku paling depan dan mendengarkan. Di akhir sesi, semua pengunjung bertepuk tangan dan tiba. sesi tanya jawab.

Setelah beberapa pertanyaan, seorang ibu mengacungkan tangannya untuk bertanya. “Mrs. Margaret, apakah suami Anda membuat Anda bahagia?” Seluruh ruangan langsung terdiam.

Satu pertanyaan yang bagus. Margaret tampak berpikir beberapa saat dan kemudian menjawab, “Tidak.” Seluruh ruangan terkejut. “Tidak,” katanya sekali lagi, “John Maxwell tidak bisa membuatku bahagia.”

Seisi ruangan langsung menoleh ke arah Maxwell. Maxwell juga menoleh-noleh mencari pintu keluar.

Rasanya ingin cepat-cepat keluar. Kemudian, lanjut Margaret, “John Maxwell adalah seorang suami yg sangat baik. Ia tdk pernah berjudi, mabuk-mabukan, main serong. Ia setia, selalu memenuhi kebutuhan saya, baik jasmani maupun rohani.

Tapi, tetap dia tidak bisa membuatku bahagia..” Tiba-tiba ada suara bertanya, “Mengapa?” “Karena,” Jawabnya, “tidak ada seorang pun di dunia ini yang bertanggung jawab atas kebahagiaanku selain diriku sendiri.” Margaret mengatakan, tidak ada orang lain yang bisa membuatmu bahagia. Baik itu pasangan hidupmu, sahabatmu, uangmu, hobimu. Semua itu tidak bisa membuatmu bahagia. Karena yang bisa membuat dirimu bahagia adalah dirimu sendiri.

Kamu bertanggung jawab atas dirimu sendiri. Kalau kamu sering merasa berkecukupan, tdk pernah punya perasaan minder, selalu percaya diri, kamu tdk akan merasa sedih. Sesungguhnya pola pikir kita yang menentukan apakah kita bahagia atau tidak, bukan faktor luar.

Bahagia atau tidaknya hidupmu bukan ditentukan oleh seberapa kaya dirimu, cantik istrimu/gagah suamimu, atau sesukses apa hidupmu. Bahagia adalah pilihanmu sendiri.

‎Ingatlah , hanya dgn mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”(QS. 13:28) .

Dikutip langsung dari posting Makmur Suprojo dalam sebuah mailing list

Prosedur Mencari Beasiswa ke Luar Negeri

Belajar di luar negeri bagi sebagian orang yang mampu mungkin bukan
sebuah angan-angan. Namun bagi kebanyakan orang, melanjutkan studi di
luar negeri merupakan sebuah mimpi yang harus diwujudkan dengan
persiapan yang matang. Salah satu alasan mengapa banyak mahasiswa
memilih untuk sekolah di luar negeri adalah infrastruktur, sarana dan
sistem pendidikan di negera-negara berkembang yang sudah sangat memadai
dan sangat mendukung para mahasiswa dalam studinya.

Untuk mewujudkan mimpi tersebut, mendapatkan beasiswa untuk sekolah luar
negeri adalah cara yang paling sering digunakan. Banyak beasiswa yang
ditawarkan bagi mahasiswa dari negara-negara berkembang termasuk
Indonesia dan ada beberapa yang dikhususkan bagi mahasiswa Indonesia.

Berikut sedikit gambaran langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan
untuk meraih beasiswa sebatas pengetahuan penulis:

Read more…

Bekerja dalam Perspektif Islam

Berikut ini ringkasan ceramah Ustadz Ahmad Qosim, M.Ag mengenai pandangan Islam terhadap pekerjaan.

Alasan kenapa manusia bekerja yaitu:

  1. Mengaktualisasikan iman kepada Allah
  2. Tugas kekhalifahan manusia di dunia
  3. Memenuhi fitrah manusai
  4. Bagian integral dari pengabdian Allah
  5. Bagian dari jihad

Tujuan manusia bekerja:

  1. Bekerja untuk dunai dan akhirat
  2. Terpenuhinya kebutuhan diri sehingga tidak meminta-minta kepada orang lain. Dirinya tidak akan menjadi beban.
  3. Terpenuhinya kebutuhan keluarga
  4. Membangun kemaslahatan masyarakat
  5. Dapat beribadah dengan sempurna karena kebutuhannya terpenuhi

Lalu bagaimana supaya pekerjaan yang kita lakukan bernilai ibadah? Berikut ini caranya:

  1. Niat yang lurus yaitu hanya mengharap ridho-Nya
  2. Sesui dengan syariat
  3. Bekerja dengan bingkai akhlak
  4. Ihsan (optimal) dan istqon (sempurna)
  5. Produktif dan inovatif
  6. Istoqomah, disiplin, dan penuh tanggung jawab
  7. Tawakal

 

Genosida

Saya terpancing utuk mencari arti dari kata “genosida” setelah membaca beberapa artikel terkait keadaan di Gaza. Akhirnya saya coba cari artinya di wikipedia.

Genosida/genosid adalah sebuah pembantaian besar-besaran sistematis terhadap satu suku bangsa atau kelompok dengan maksud memunahkan (membuat punah) bangsa tersebut.

Akankah upaya genosida yang akan dilancarkan oleh Israel laknatullah akan terjadi? Ataukah Israel yang akan menggenosida bangsanya sendiri dengan tindakan amoral dan pengecutnya?